White space, dalam konteks komunikasi, merujuk pada bagian spektrum frekuensi radio (RF) yang kurang dimanfaatkan. Sebagian besar spektrum saat ini tidak digunakan, khususnya frekuensi yang dialokasikan untuk televisi analog dan yang digunakan sebagai buffer untuk mencegah gangguan antar saluran.

Alokasi ruang putih telah merangsang pengembangan teknologi dan layanan nirkabel. Menurut salah satu pendiri Google, Larry Page, operasi white space akan seperti “Wi-Fi pakai steroid,” karena sinyal pada bagian spektrum tersebut memiliki rentang yang jauh lebih lama daripada yang saat ini digunakan untuk Wi-Fi.

Peningkatan jangkauan berarti bahwa lebih sedikit stasiun pangkalan akan diminta untuk memberikan cakupan yang lebih baik; bahwa peningkatan efisiensi, pada gilirannya, akan menghasilkan layanan yang lebih baik dengan biaya lebih rendah. Sinyal dalam rentang ruang putih juga dapat menembus benda padat dengan lebih baik, yang seharusnya menghasilkan layanan yang lebih andal.

Kelompok kerja IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) 802.11af dan 802.22 telah mengembangkan Wi-Fi White Space dan WRAN (wireless regional area network) untuk beroperasi dalam kisaran itu. WRAN dirancang untuk memungkinkan broadband nirkabel berkecepatan tinggi di area terlayani. White Space Wi-Fi, juga dikenal sebagai White-Fi, diharapkan membuat data seluler lebih terjangkau.

Tagged: W